Another Templates

Pages

Minggu, 27 November 2011

Pengaruh Teknologi Komunikasi Terhadap Surat Kabar


Nama  : Ubaidillah Nur 
NIM   : 201010040311220
Ilmu Komunikasi 
BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
            Seiring dengan berkembangnya teknologi komunikasi, maka perkembangan persuratkabaran pun mengalami kemajuan. Namun, ada baiknya bila kita menengok kembali sejarah dari persuratkabaran tersebut. Surat kabar adalah salah satu sumber informasi bagi masyarakat berpendidikan yang pertama kali diciptakan oleh bangsa Romawi Kuno sebelum abad ketujuh. Julius Caesar, sebagai penguasa Romawi Kuno, menerbitkan sebuah bulletin berisi pengumuman dari pemerintah bernama Acta Diurna. Bulletin ini dicetak dalam sebongkah batu atau selembar logam yang kemudian dipasang di tempat-tempat umum.
            Sejarah kemudian menyebutkan bahwa pada tahun 1582 ditemukan surat kabar pertama yang dicetak pada sebidang kayu dan dipublikasikan secara pribadi di Beijing pada masa pemerintahan Dinasti Ming. Seiring dengan kemajuan teknologi, surat kabar tersebut kemudian diubah menjadi cetakan yang lebih ringan pada tahun 1638. Surat kabar bermaterial kertas pertama kali diterbitkan pada tahun 1605 oleh Johann Carolus di Jerman dengan nama Relation aller Fürnemmen und gedenckwürdigen Historien. Namun, jika dinilai dari tampilannya relation lebih menyerupai bentuk buku dibandingkan dengan surat kabar. Bentuk koran modern, seperti yang dikenal luas saat ini, baru diterbitkan pada tahun 1618 di Belanda dengan nama The Dutch Courante uyt Italien, Duytslandt, & c. Pada tahun 1656, terbit sebuah surat kabar baru bernama Opregte Haarlemsche Courant yang mampu bertahan eksis hingga era globalisasi saat ini setelah bergabung dengan surat kabar Haarlems Dagblad di tahun 1942.
            Di wilayah Inggris, Nathaniel Butter dianggap sebagai orang pertama yang menciptakan koran berbahasa Inggris yang terbit secara berkala pada tahun 1622. Di kemudian hari, terbit juga The Daily Courant, sebuah surat kabar yang memberitakan masalah politik dan pemerintahan tahun 1702. Selain itu pula seorang berkebangsaan Inggris bernama Benjamin Harris menerbitkan surat kabar pertama di Amerika Serikat pada tahun 1690 dengan nama Public Occurences Both Foreign and Domestick.     
Di Indonesia sendiri, surat kabar pertama kali menjangkau masyarakat lewat koran berbahasa Belanda Batavia Nouvelles yang diterbitkan di Batavia pada tahun 1744 atas izin Gubernur Jenderal Van Imhoff. Setelah Batavia, koran juga diterbitkan di Surakarta dengan nama Brotomarni. Setelah melewati kurun waktu ratusan tahun, Indonesia akhirnya memiliki surat kabar mingguan berbahasa Indonesia pertama yang terbit di Bandung pada tahun 1907 bernama Medan Priyayi yang dimiliki oleh R. M. Tirtohadisoerjo. Pada tahun 1910, surat kabar ini kemudian diterbitkan setiap hari.

B.     Rumusan Masalah
            Adapun rumusan masalah dari penjelasan diatas adalah :
1.      Bagaimana sejarah singkat dari perkembangan surat kabar di dunia?
2.      Apakah perbedaan dari journalism online dan citizen journalism?
3.      Bagaimanakah nasib dari persuratkabaran konvensional dengan adanya media online?
4.      Seperti apakah kemajuan teknologi komunikasi terhadap surat kabar?
5.      Apakah dampak atau akibat dari kemajuan teknologi komunikasi terhadap surat kabar? 

BAB II
PEMBAHASAN

A.        Sejarah Singkat Perkembangan Surat Kabar
Di Indonesia surat kabar pertama kali menjangkau masyarakat lewat koran berbahasa Belanda Batavia Nouvelles yang diterbitkan di Batavia pada tahun 1744 atas izin Gubernur Jenderal Van Imhoff. Setelah Batavia, koran juga diterbitkan di Surakarta dengan nama Brotomarni. Setelah melewati kurun waktu ratusan tahun, Indonesia akhirnya memiliki surat kabar mingguan berbahasa Indonesia pertama yang terbit di Bandung pada tahun 1907 bernama Medan Priyayi yang dimiliki oleh R. M. Tirtohadisoerjo. Pada tahun 1910, surat kabar ini kemudian diterbitkan setiap hari.
Revolusi Industri yang dialami oleh dunia membawa dampak besar bagi teknologi percetakan surat kabar. Koran tidak hanya dianggap sebagai media informasi, namun juga sebagai sarana komunikasi yang berdampak luas. Kebutuhan ini yang menyebabkan dunia percetakan surat kabar terus meningkatkan teknologi untuk menciptakan oplah sebanyak-banyaknya. Surat kabar yang pada awalnya hanya bisa dicetak di satu sisi kertas, kemudian bisa diperbanyak dengan mencetak halaman pada sisi berikutnya. Inovasi ini mampu mengurangi biaya produksi koran sehingga semakin mempermurah harga dan meningkatkan oplah surat kabar.
Pada era globalisasi seperti saat ini yang ditandai dengan beragamnya penyiaran informasi lewat radio dan televisi, kebebasan informasi di internet, dan menjamurnya aneka media gratis seperti free magazine dan pamphlet, dikhawatirkan akan menggeser posisi surat kabar yang membutuhkan biaya khusus untuk berlangganan. Namun, tantangan ini dijawab dengan semakin banyaknya surat kabar tradisional yang berekspansi ke dunia maya seperti: www.kompas.com, www.republika.co.id, www.mediaindonesia.com, dll.

B.        Jurnalisme Online dan Citizen Journalism
Jurnalistik sangat erat kaitannya dengan kegiatan jurnalisme. Dimana, jurnalisme itu sendiri berarti bidang disiplin dalam mengumpulkan, melaporkan dan menganalisis data dan fakta serta informasi yang mengenai kejadian actual kemudian melaporkannya kepada khalayak. Online istilah bahasa dalam internet yang artinya sebuah informasi yang dapat diakses dimana saja selama ada jaringan internet. Jurnalisme berasal dari kata journal yang berarti catatan harian atau catatan mengenai kejadian yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Journal sendiri berasal dari kata diurnalis yang mempunyai arti tiap hari atu harian. Dari perkataan itu muncul kata jurnalis, yaitu orang yang melakukan poekerjaan pada dunia jurnalistik.
Jurnalisme akhir-akhir ini berkembang sangat pesat seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi. Jurnalisme online merupakan jurnalisme yang dapat di akses melalui media internet, yang biasa menyuguhkan informasi dalam bentuk audio, video, maupun grafis. Yang membedakan jurnalisme ini dengan jurnalisme yang lain adalah penggunaan teknologi. Jurnalisme yang sarat akan teknologi yang disuguhkan secara teraktual dan dapat dipercaya.
Jurnalisme online sendiri dimulai dari tersebarnya cerita perselingkuhan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton dengan Monica Lewinsky yang dibeberkan oleh Mark Drugde. Berita tersebut di sampaikan melalui media internet, dan semua orangpun dapat mengaksesnya. Hal seperti ini dapat juga dilakukan oleh masyarakat yang tidak mengetahui cara penulisan jurnalisme secara baik. Kerja seperti ini seolah-olah bukan kerja seorang jurnalis. Jurnalisme online memungkinkan adanya pemberitaan yang salah karena para pengirim berita bisa siapa saja dan identitasnya sulit untuk kita temukan. Maka dari itu, berita dari jurnalisme onlie kurang dapat dipercaya, karena kredibilitas yang dimiliki tidak kuat.
Dalam hal ini semua orang bisa menjadi wartawan mendadak yaitu dengan memanfaatkan media online tersebut dan berita yang ditampilkan juga tidak membutuhkan penyuntingan ataupun orang yang menulis di jurnalisme online tidak memerlukan keahlian khusus seperti di jurnalisme konvensional. Jika kita cermati dengan adanya teknologi terbaru dari jurnalisme online masyarakat akan lebih bisa bersikap terbuka dan demokratis. Orientasi teknologi komunikasi yang selalu mengacu pada terbentuknya satu tatanan komunikasi baru, dimana salah satu ciri utamanya adalah lalu lintas informasi diatur oleh individu dengan sendirinya menempatkan jurnalisme online sebagai “program “ untuk memberdayakan individu dalam memperoleh informasi sehingga terbentuknya masyarakat yang gemar membaca dan terciptanya citizen journalism.
Jurnalisme masyarakat, “ public journalism “ atau ” participatory journalism” adalah kegiatan partisipasi aktif yang dilakukan oleh masyarakat dalam kegiatan pengumpulan, pelaporan, analisa serta penyampaian informasi dan berita. Tipe jurnalisme seperti ini akan menjdi paradigma dan trend baru tentang bagaimana pembaca atau pemirsa membentuk informasi dan berita di msa mendatang.
Perkembangannya di Indonesia dipicu ketika pada tahun 2004 terjadi tragedy Tsunami di daerah Aceh yang diliput sendiri oleh korban Tsunami. Terbukti berita langsung dari korban dapat mengalahkan berita yang dibuat oleh jurnalis professional. Pada tahun 2008 muncul situs berita yang berbasis jurnalisme masyarakat yang pertama di Indonesia yaitu Swaberita. Berbeda dengan situs berita lainnya seperti detik, okezone dan kompas yang menggunakan jurnalis profesi. Benar sekali yang dikatakan oleh Steven Outing dalam tulisannya “ The 11 Layers of Citizen Journalism “, istilah citizen journalism saat ini menjadi one of the hottest buzzword dalam dunia jurnalistik.
Ada dua hal setidaknya yang memunculkan corak citizen journalism seperti sekarang ini. Pertama, komitmen pada suara-suara publik. Kedua, kemajuan teknologi yang mengubah landscape modus komunikasi. Sejarah citizen journalism sendiri bisa dilacak sejak konsep public journalism dilontarkan oleh beberapa penggagas, seperti Jay Rosen, Pew Research Center, dan Poynter Institute. Bersama Wichita News, Eagle, Kansas, para penggagas citizen journalism mencobakan konsep public journalism dengan membentuk panel diskusi bagi publik guna mengidentifikasi isu-isu yang dianggap penting bagi publik. Berdasarkan identifikasi tersebut, liputan kemudian disusun.
Public journalism acap dikaitkan dengan konsep advocacy journalism karena beberapa media bergerak lebih jauh tidak saja dengan mengangkat isu, tetapi juga mengadvokasikan isu hingga menjadi sebuah ‘produk’ atau ‘aksi” mengadakan undang-undang, menambah taman-taman kota, membuka kelas-kelas untuk kelompok minoritas, membentuk government watch, mendirikan komisi pengawas kampanye calon walikota, dan lain-lain. Public atau citizen journalism juga dikaitkan dengan hyperlocalism karena komitmennya yang sangat luarbiasa pada isu-isu lokal, yang ‘kecil-kecil’ (untuk ukuran media mainstream), sehingga luput dari liputan media mainstream. Public journalism dengan model seperti ini mendasarkan sebagian besar inisiatif dari lembaga media. Kemajuan teknologi dan ketidakterbatasan yang ditawarkan oleh Internet membuat inisiatif semacam itu dapat dimunculkan dari konsumen atau khalayak.

C.    Nasib Surat Kabar Tradisional dengan Munculnya Surat Kabar Elektronik

Bumi ini semakin berputar dan dengan begitu pula dengan perubahan yang terjadi didalamnya. Perkembangan dan teknologi terbaru membawa kita pada masa depan yang begitu maju. Salah satu contohnya adalah konvergensi dari suatu media yang mampu memunculkan variasi baru dari suatu media informasi. Dapat dikatakan bahwa jurnalisme online dapat muncul karena adanya penyatuan-penyatuan media yang ada. Dapat kita lihat bahwa didalam jurnalisme online perubahan media itu benar-benar terjadi. Contohnya saja dengan munculnya surat kabar elektronik. Seseorang tidak hanya akan dapat membaca informasi apa saja yang mereka inginkan tetapi juga mapu memanfaatkan media audio dan visual yang ada didalamnya untuk memperkuat apa yang ada dalam informasi tersebut. Media online pun dapat mengakses informasi apapun sehingga mampu menarik perhatian khalayak. Maka dari itu jika saja dalam surat kabar biasa kita hanya mampu mendapatkan berita pada hari itu tetapi dengan surat kabar elektronik semua berita terbaru dengan mudah dapat kita lihat.
Sejalan dengan perkembangan zaman dalam dunia persuratkabaran, muncullah teori yang dikenal dengan “ Teori Difusi Inovasi “. Teori Difusi Inovasi menerangkan bahwa peran komunikasi secara luas dalam merubah masyarakat melalui penyebarluasan ide-ide dan hal-hal baru. Dimana, menurut Rogers dan Shoemaker ( 1971 ), difusi inovasi mengkaji pesan-pesan yang disampaikan itu menyangkut hal-hal yang dianggap baru maka akan timbul suatu derajat resiko tertentu yang menyebabkan perilaku berbeda pada penerima pesan.
Suatu inovasi mampu masuk ketengah-tengah sistem sosial disebabkan karena terjadinya suatu komunikasi antar anggota suatu masyarakat, antara satu masyarakat satu dengan masyarakat lainnya. Dengan demikian komunikasi sangat penting untuk terjadinya perubahan sosial. Dari pernyataan-pernyataan diatas dapat dikatakan bahwa ketika suatu inovasi mulai muncul dan masyarakat mulai tertarik maka inovasi tersebut dapat sangat dibutuhkan dalam kehidupan masyarakat tersebut. Salah satu contoh inovasi disini adalah mengenai “ surat kabar elektronik “ yang memanfaatkan media jurnalisme online.
Jurnalisme online lahir karena adanya perkembangan jurnalisme. Dimana, jurnalisme itu sendiri adalah kegiatan menghimpun berita, mencari fakta, dan melaporkan peristiwa – peristiwa yang ada ( Curtis MacDougall,1972 ). Dan proses pertama yang terjadi dari kegiatan jurnalisme adalah terciptanya surat kabar taradisional yang merupakan wadah dari penyajian karya jurnalistik yang berupa informasi aktual, hiburan, keterangan, atau penerangan dalam bentuk berita, tajuk, kritik, ulasan ataupun artikel – artikel dengan menggunakan mediasi kertas.
Perkembangan teknologi komunikasi tentunya akan membawa berbagai macam perubahan-perubahan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi seperti halnya munculnnya suatu media yang dinamakan jurnalisme online dan dimanfaatkan untuk mejadikan surat kabar elektronik. Dimana, surat kabar itu adalah proses penyampaian informasi dengan menggunakan media internet.
Dengan munculnya surat kabar elektronik maka surat kabar konvensional pun menemukan saingannya, informasi dari penggunaan jurnalisme online akan didapatkan dengan mudah dengan mengaksesnya dan pesan multimedia menjadi unsur pengikatnya yang mampu lebih menjelaskan tentang informasi yang diinginkannya. Berbeda dengan surat kabar biasa yang tidak ada unsur multimedianya masyarakat akan lebih tertarik pada surat kabar elektronik karena memiliki tampilan – tampilan yang lebih menarik.karena dapat dilihat dalam bentuk elektronik. Tetapi, dalam pandangan dan kenyataan yang terjadi adalah surat kabar tradisional tidak akan pernah mati walaupun perkembangan zaman akan semakin baik dan memberikan kemajuan yang begitu hebat dan mempengaruhi segala macam pola pemikiran dalam mendapatkan informasi yang ada. Contohnya saja, walau dengan adanya surat kabar elektronik tetapi buktinya saja surat kabar-surat kabar tradisional semakin bermunculan misalnya saja surat kabar SINDO atau yang lainnya.
Surat kabar tradisional memiliki penggemar-penggemarnya tersendiri misalnya saja bagaimana dengan orang-orang yang tidak dapat menggunakan komputer atau tidak memiliki kemampuan dalam mengakses internet maka mereka akan lebih menyukai untuk membaca surat kabar tradisional sambil tiduran, menyantap makanan atau sekedar sambil minum kopi ataupun the dan yang paling penting bisa dibaca dimana saja. Tetapi jika surat kabar elektronik kita hanya mampu membaca di depan komputer itu sendiri, bener ga? Yah, walaupun zaman sekarang telah banyak orang yang memiliki laptop tapi itu hanya sebagian kan terus bagaimana dengan yang lain? Tentu saja mereka akan menjadi peminat surat kabar tradisisonal.

D.    Kemajuan Teknologi Komunikasi Dibidang Persuratkabaran

Surat kabar memiliki empat posisi, yaitu sebagai lembaga sosial, lembaga ekonomi, produk informasi, dan media informasi. Sebagai media informasi, surat kabar perlu mengikuti perkembangan teknologi komunikasi. Surat kabar dapat meningkatkan pelayanan kepada pembaca. Bukan hanya itu, dengan memakai teknologi komunikasi yang mutakhir, juga dapat mengurangi biaya produksi surat kabar. Surat-surat kabar sekarang berlomba-lomba menggunakan teknologi komunikasi mulai dari cetak jarak jauh, online communication, situs world wide web (WWW, yang sering disebut the web) hingga e-mail.

Online communication membantu wartawan memperoleh bahan baku berita yang akan ditulis menjadi berita. Dengan mengakses online communication wartawan bisa melakukan observasi tentang berbagai masalah yang akan dilaporkan. E-mail dapat juga digunakan reporter di lapangan untuk mengirimkan informasi yang diperoleh pada redaktur. Internet dapat digunakan sebuah surat kabar untuk berkomunikasi dengan khalayaknya, bahkan juga digunakan  untuk mengirimkan berita kepada pembacanya. Inilah yang disebut dengan jurnalisme online. Citizen Jurnalisme ( warga jurnalisme ) artinya secara tidak langsung warga atau masyarakat ikut serta atau berperan menjadi wartawan guna memberikan informasi.

E. Akibat Kemajuan Teknologi Komunikasi Dibidang Persuratkabaran

Menimbulkan dua akibat yaitu jumlah wartawan berkurang dan hadirnya jurnalisme online. Jurnalisme online hadir akibat perkembangan teknologi komunikasi dan memudahkan khalayak memperoleh informasi. Namun ada juga dampak negatif dari kehadiran jurnalisme online. Sebab, reliabilitas informasi yang dihasilkan jurnalisme online sering terabaikan sehingga timbul keraguan dalam khalayak untuk mengakses jurnalisme online.
Kelebihan dari jurnalisme online tersebut yaitu dari orientasi teknologi komunikasi, yang selalu mengacu pada terbentuknya satu tatanan komunikasi baru, dimana salah satu ciri utamanya adalah lalulintas informasi diatur oleh individu dengan sendirinya menempatkan jurnalisme online sebagai program untuk memberdayakan individu dalam memperoleh informasi. Setiap individu mempunyai kesempatan mengakses segala informasi yang dia kehendaki. Setiap individu bahkan memiliki peluang untuk memperoleh informasi dari sumber yang sangat luas. Kelebihan kedua jurnalisme online adalah dapat menyiarkan informasi dalam jumlah yang sangat banyak dalam waktu yang sangat pendek. Kelebihan ketiga adalah bisa menggabungkan tulisan, gambar dan suara dalam satu kesatuan yang utuh.
Namun ada juga kekurangan dari jurnalisme online. Proses menciptakan tatanan komunikasi baru lewat jurnalisme online memaksa masyarakat untuk  adaptasi agar mereka tidak merasa digilas oleh jurnalisme online itu sendiri. Hambatan untuk menyikapi informasi yang disiarkan secara jurnalisme online. Ciri informasi jurnalisme online antara lain tidak membutuhkan penyuting seperti yang dimiliki surat kabar konvensional, tidak membutuhkan orang yang mampu membantu masyarakat dalam menentukan informasi mana yang masuk akal atau tidak. Masyarakat yang senantisa kritis dan skeptis dalam menyikapi informasi disebut masyarakat supra rasional.
Masyarakat supra rasional bisa bermedia massa secara proposional. Masyarakat seperti ini bisa membaca pesan-pesan yang disiratkan oleh informasi tentang kebudayaan teknologis industrial dan profesional. Masyarakat ini dapat memahami makna dan konteks berita yang disiarkan media massa. Masyarakat tipe ini tidak bisa dipengaruhi oleh retorika kosong dan propaganda murahan lewat media massa, bahkan dapat mengetahui apa yang harus dilakukan kalau media masa ternyata melanggar hak-hak asasi mereka. Jurnalisme online merupakan mainan masyarakat supra rasional. Masyarakat yang tidak tergolong supra rasional tidak akan betah mengakses jurnalisme online.
Surat kabar tradisional memiliki penggemar – penggemarnya tersendiri misalnya saja bagaimana dengan orang – orang yang tidak dapat menggunakan komputer atau tidak memiliki kemampuan dalam mengakses internet. Walaupun zaman sekarang telah banyak orang yang memiliki laptop tapi itu hanya sebagian, tentu saja mereka akan menjadi peminat surat kabar tradisional

BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
Surat kabar di Indonesia diawali dengan munculnya surat kabar berbahasa Belanda pada tahun 1744 atas izin Gubernur Jenderal Van Imhoff yang biberi nama Brotomarni, kemudian muncul surat kabar berbahasa Indonesia pada tahun 1907 yang  bernama Medan Priyayi yang dimiliki oleh Tirtohadisuryo selanjutnya di tahun 1910 surat kabar tersebut dicetak setiap hari. Di era kemajuan teknologi komunikasi seperti sekarang ini, jurnalisme online sudah berkembang dikalangan masyarakat, yang mau tidak mau turut menyaingi keberadaan jurnalisme konvensional, meskipun begitu jurnalisme konvensial dipastikan akan tetap terjaga keeksisannya karena faktor-faktor tertentu.

DAFTAR PUSTAKA

Perkembangan Teknologi Komunikasi; Triutami’s Weblog

Pengaruh kemajuan teknologi komunikasi;Marinavitania.blogspot.com

Sejarah dan Perkembangan Surat Kabar,en.wikipedia.org, www.tabloiduntung.blogspot.com

 

3 komentar:

pasti semua pengaruh mmpnyai dampak negatif n postf,tinggal cara penangannan iah gmn agar bisa dlakukan dgn baik..

yeni nurhayati/201010040311201

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

dunia jurnalsitik memang telah berinovasi, termasuk jurnalisme online. tetapi sayangnya, jurnalisme online tidak dapat menjangkau semua kalangan masyarakat.

Tri Ajeng Natalina K/201010040311245/ikom D

Posting Komentar