This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Another Templates

Pages

Minggu, 27 November 2011

Pengaruh Teknologi Komunikasi Terhadap Surat Kabar


Nama  : Ubaidillah Nur 
NIM   : 201010040311220
Ilmu Komunikasi 
BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
            Seiring dengan berkembangnya teknologi komunikasi, maka perkembangan persuratkabaran pun mengalami kemajuan. Namun, ada baiknya bila kita menengok kembali sejarah dari persuratkabaran tersebut. Surat kabar adalah salah satu sumber informasi bagi masyarakat berpendidikan yang pertama kali diciptakan oleh bangsa Romawi Kuno sebelum abad ketujuh. Julius Caesar, sebagai penguasa Romawi Kuno, menerbitkan sebuah bulletin berisi pengumuman dari pemerintah bernama Acta Diurna. Bulletin ini dicetak dalam sebongkah batu atau selembar logam yang kemudian dipasang di tempat-tempat umum.
            Sejarah kemudian menyebutkan bahwa pada tahun 1582 ditemukan surat kabar pertama yang dicetak pada sebidang kayu dan dipublikasikan secara pribadi di Beijing pada masa pemerintahan Dinasti Ming. Seiring dengan kemajuan teknologi, surat kabar tersebut kemudian diubah menjadi cetakan yang lebih ringan pada tahun 1638. Surat kabar bermaterial kertas pertama kali diterbitkan pada tahun 1605 oleh Johann Carolus di Jerman dengan nama Relation aller Fürnemmen und gedenckwürdigen Historien. Namun, jika dinilai dari tampilannya relation lebih menyerupai bentuk buku dibandingkan dengan surat kabar. Bentuk koran modern, seperti yang dikenal luas saat ini, baru diterbitkan pada tahun 1618 di Belanda dengan nama The Dutch Courante uyt Italien, Duytslandt, & c. Pada tahun 1656, terbit sebuah surat kabar baru bernama Opregte Haarlemsche Courant yang mampu bertahan eksis hingga era globalisasi saat ini setelah bergabung dengan surat kabar Haarlems Dagblad di tahun 1942.
            Di wilayah Inggris, Nathaniel Butter dianggap sebagai orang pertama yang menciptakan koran berbahasa Inggris yang terbit secara berkala pada tahun 1622. Di kemudian hari, terbit juga The Daily Courant, sebuah surat kabar yang memberitakan masalah politik dan pemerintahan tahun 1702. Selain itu pula seorang berkebangsaan Inggris bernama Benjamin Harris menerbitkan surat kabar pertama di Amerika Serikat pada tahun 1690 dengan nama Public Occurences Both Foreign and Domestick.     
Di Indonesia sendiri, surat kabar pertama kali menjangkau masyarakat lewat koran berbahasa Belanda Batavia Nouvelles yang diterbitkan di Batavia pada tahun 1744 atas izin Gubernur Jenderal Van Imhoff. Setelah Batavia, koran juga diterbitkan di Surakarta dengan nama Brotomarni. Setelah melewati kurun waktu ratusan tahun, Indonesia akhirnya memiliki surat kabar mingguan berbahasa Indonesia pertama yang terbit di Bandung pada tahun 1907 bernama Medan Priyayi yang dimiliki oleh R. M. Tirtohadisoerjo. Pada tahun 1910, surat kabar ini kemudian diterbitkan setiap hari.

B.     Rumusan Masalah
            Adapun rumusan masalah dari penjelasan diatas adalah :
1.      Bagaimana sejarah singkat dari perkembangan surat kabar di dunia?
2.      Apakah perbedaan dari journalism online dan citizen journalism?
3.      Bagaimanakah nasib dari persuratkabaran konvensional dengan adanya media online?
4.      Seperti apakah kemajuan teknologi komunikasi terhadap surat kabar?
5.      Apakah dampak atau akibat dari kemajuan teknologi komunikasi terhadap surat kabar? 

BAB II
PEMBAHASAN

A.        Sejarah Singkat Perkembangan Surat Kabar
Di Indonesia surat kabar pertama kali menjangkau masyarakat lewat koran berbahasa Belanda Batavia Nouvelles yang diterbitkan di Batavia pada tahun 1744 atas izin Gubernur Jenderal Van Imhoff. Setelah Batavia, koran juga diterbitkan di Surakarta dengan nama Brotomarni. Setelah melewati kurun waktu ratusan tahun, Indonesia akhirnya memiliki surat kabar mingguan berbahasa Indonesia pertama yang terbit di Bandung pada tahun 1907 bernama Medan Priyayi yang dimiliki oleh R. M. Tirtohadisoerjo. Pada tahun 1910, surat kabar ini kemudian diterbitkan setiap hari.
Revolusi Industri yang dialami oleh dunia membawa dampak besar bagi teknologi percetakan surat kabar. Koran tidak hanya dianggap sebagai media informasi, namun juga sebagai sarana komunikasi yang berdampak luas. Kebutuhan ini yang menyebabkan dunia percetakan surat kabar terus meningkatkan teknologi untuk menciptakan oplah sebanyak-banyaknya. Surat kabar yang pada awalnya hanya bisa dicetak di satu sisi kertas, kemudian bisa diperbanyak dengan mencetak halaman pada sisi berikutnya. Inovasi ini mampu mengurangi biaya produksi koran sehingga semakin mempermurah harga dan meningkatkan oplah surat kabar.
Pada era globalisasi seperti saat ini yang ditandai dengan beragamnya penyiaran informasi lewat radio dan televisi, kebebasan informasi di internet, dan menjamurnya aneka media gratis seperti free magazine dan pamphlet, dikhawatirkan akan menggeser posisi surat kabar yang membutuhkan biaya khusus untuk berlangganan. Namun, tantangan ini dijawab dengan semakin banyaknya surat kabar tradisional yang berekspansi ke dunia maya seperti: www.kompas.com, www.republika.co.id, www.mediaindonesia.com, dll.

B.        Jurnalisme Online dan Citizen Journalism
Jurnalistik sangat erat kaitannya dengan kegiatan jurnalisme. Dimana, jurnalisme itu sendiri berarti bidang disiplin dalam mengumpulkan, melaporkan dan menganalisis data dan fakta serta informasi yang mengenai kejadian actual kemudian melaporkannya kepada khalayak. Online istilah bahasa dalam internet yang artinya sebuah informasi yang dapat diakses dimana saja selama ada jaringan internet. Jurnalisme berasal dari kata journal yang berarti catatan harian atau catatan mengenai kejadian yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Journal sendiri berasal dari kata diurnalis yang mempunyai arti tiap hari atu harian. Dari perkataan itu muncul kata jurnalis, yaitu orang yang melakukan poekerjaan pada dunia jurnalistik.
Jurnalisme akhir-akhir ini berkembang sangat pesat seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi. Jurnalisme online merupakan jurnalisme yang dapat di akses melalui media internet, yang biasa menyuguhkan informasi dalam bentuk audio, video, maupun grafis. Yang membedakan jurnalisme ini dengan jurnalisme yang lain adalah penggunaan teknologi. Jurnalisme yang sarat akan teknologi yang disuguhkan secara teraktual dan dapat dipercaya.
Jurnalisme online sendiri dimulai dari tersebarnya cerita perselingkuhan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton dengan Monica Lewinsky yang dibeberkan oleh Mark Drugde. Berita tersebut di sampaikan melalui media internet, dan semua orangpun dapat mengaksesnya. Hal seperti ini dapat juga dilakukan oleh masyarakat yang tidak mengetahui cara penulisan jurnalisme secara baik. Kerja seperti ini seolah-olah bukan kerja seorang jurnalis. Jurnalisme online memungkinkan adanya pemberitaan yang salah karena para pengirim berita bisa siapa saja dan identitasnya sulit untuk kita temukan. Maka dari itu, berita dari jurnalisme onlie kurang dapat dipercaya, karena kredibilitas yang dimiliki tidak kuat.
Dalam hal ini semua orang bisa menjadi wartawan mendadak yaitu dengan memanfaatkan media online tersebut dan berita yang ditampilkan juga tidak membutuhkan penyuntingan ataupun orang yang menulis di jurnalisme online tidak memerlukan keahlian khusus seperti di jurnalisme konvensional. Jika kita cermati dengan adanya teknologi terbaru dari jurnalisme online masyarakat akan lebih bisa bersikap terbuka dan demokratis. Orientasi teknologi komunikasi yang selalu mengacu pada terbentuknya satu tatanan komunikasi baru, dimana salah satu ciri utamanya adalah lalu lintas informasi diatur oleh individu dengan sendirinya menempatkan jurnalisme online sebagai “program “ untuk memberdayakan individu dalam memperoleh informasi sehingga terbentuknya masyarakat yang gemar membaca dan terciptanya citizen journalism.
Jurnalisme masyarakat, “ public journalism “ atau ” participatory journalism” adalah kegiatan partisipasi aktif yang dilakukan oleh masyarakat dalam kegiatan pengumpulan, pelaporan, analisa serta penyampaian informasi dan berita. Tipe jurnalisme seperti ini akan menjdi paradigma dan trend baru tentang bagaimana pembaca atau pemirsa membentuk informasi dan berita di msa mendatang.
Perkembangannya di Indonesia dipicu ketika pada tahun 2004 terjadi tragedy Tsunami di daerah Aceh yang diliput sendiri oleh korban Tsunami. Terbukti berita langsung dari korban dapat mengalahkan berita yang dibuat oleh jurnalis professional. Pada tahun 2008 muncul situs berita yang berbasis jurnalisme masyarakat yang pertama di Indonesia yaitu Swaberita. Berbeda dengan situs berita lainnya seperti detik, okezone dan kompas yang menggunakan jurnalis profesi. Benar sekali yang dikatakan oleh Steven Outing dalam tulisannya “ The 11 Layers of Citizen Journalism “, istilah citizen journalism saat ini menjadi one of the hottest buzzword dalam dunia jurnalistik.
Ada dua hal setidaknya yang memunculkan corak citizen journalism seperti sekarang ini. Pertama, komitmen pada suara-suara publik. Kedua, kemajuan teknologi yang mengubah landscape modus komunikasi. Sejarah citizen journalism sendiri bisa dilacak sejak konsep public journalism dilontarkan oleh beberapa penggagas, seperti Jay Rosen, Pew Research Center, dan Poynter Institute. Bersama Wichita News, Eagle, Kansas, para penggagas citizen journalism mencobakan konsep public journalism dengan membentuk panel diskusi bagi publik guna mengidentifikasi isu-isu yang dianggap penting bagi publik. Berdasarkan identifikasi tersebut, liputan kemudian disusun.
Public journalism acap dikaitkan dengan konsep advocacy journalism karena beberapa media bergerak lebih jauh tidak saja dengan mengangkat isu, tetapi juga mengadvokasikan isu hingga menjadi sebuah ‘produk’ atau ‘aksi” mengadakan undang-undang, menambah taman-taman kota, membuka kelas-kelas untuk kelompok minoritas, membentuk government watch, mendirikan komisi pengawas kampanye calon walikota, dan lain-lain. Public atau citizen journalism juga dikaitkan dengan hyperlocalism karena komitmennya yang sangat luarbiasa pada isu-isu lokal, yang ‘kecil-kecil’ (untuk ukuran media mainstream), sehingga luput dari liputan media mainstream. Public journalism dengan model seperti ini mendasarkan sebagian besar inisiatif dari lembaga media. Kemajuan teknologi dan ketidakterbatasan yang ditawarkan oleh Internet membuat inisiatif semacam itu dapat dimunculkan dari konsumen atau khalayak.

C.    Nasib Surat Kabar Tradisional dengan Munculnya Surat Kabar Elektronik

Bumi ini semakin berputar dan dengan begitu pula dengan perubahan yang terjadi didalamnya. Perkembangan dan teknologi terbaru membawa kita pada masa depan yang begitu maju. Salah satu contohnya adalah konvergensi dari suatu media yang mampu memunculkan variasi baru dari suatu media informasi. Dapat dikatakan bahwa jurnalisme online dapat muncul karena adanya penyatuan-penyatuan media yang ada. Dapat kita lihat bahwa didalam jurnalisme online perubahan media itu benar-benar terjadi. Contohnya saja dengan munculnya surat kabar elektronik. Seseorang tidak hanya akan dapat membaca informasi apa saja yang mereka inginkan tetapi juga mapu memanfaatkan media audio dan visual yang ada didalamnya untuk memperkuat apa yang ada dalam informasi tersebut. Media online pun dapat mengakses informasi apapun sehingga mampu menarik perhatian khalayak. Maka dari itu jika saja dalam surat kabar biasa kita hanya mampu mendapatkan berita pada hari itu tetapi dengan surat kabar elektronik semua berita terbaru dengan mudah dapat kita lihat.
Sejalan dengan perkembangan zaman dalam dunia persuratkabaran, muncullah teori yang dikenal dengan “ Teori Difusi Inovasi “. Teori Difusi Inovasi menerangkan bahwa peran komunikasi secara luas dalam merubah masyarakat melalui penyebarluasan ide-ide dan hal-hal baru. Dimana, menurut Rogers dan Shoemaker ( 1971 ), difusi inovasi mengkaji pesan-pesan yang disampaikan itu menyangkut hal-hal yang dianggap baru maka akan timbul suatu derajat resiko tertentu yang menyebabkan perilaku berbeda pada penerima pesan.
Suatu inovasi mampu masuk ketengah-tengah sistem sosial disebabkan karena terjadinya suatu komunikasi antar anggota suatu masyarakat, antara satu masyarakat satu dengan masyarakat lainnya. Dengan demikian komunikasi sangat penting untuk terjadinya perubahan sosial. Dari pernyataan-pernyataan diatas dapat dikatakan bahwa ketika suatu inovasi mulai muncul dan masyarakat mulai tertarik maka inovasi tersebut dapat sangat dibutuhkan dalam kehidupan masyarakat tersebut. Salah satu contoh inovasi disini adalah mengenai “ surat kabar elektronik “ yang memanfaatkan media jurnalisme online.
Jurnalisme online lahir karena adanya perkembangan jurnalisme. Dimana, jurnalisme itu sendiri adalah kegiatan menghimpun berita, mencari fakta, dan melaporkan peristiwa – peristiwa yang ada ( Curtis MacDougall,1972 ). Dan proses pertama yang terjadi dari kegiatan jurnalisme adalah terciptanya surat kabar taradisional yang merupakan wadah dari penyajian karya jurnalistik yang berupa informasi aktual, hiburan, keterangan, atau penerangan dalam bentuk berita, tajuk, kritik, ulasan ataupun artikel – artikel dengan menggunakan mediasi kertas.
Perkembangan teknologi komunikasi tentunya akan membawa berbagai macam perubahan-perubahan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi seperti halnya munculnnya suatu media yang dinamakan jurnalisme online dan dimanfaatkan untuk mejadikan surat kabar elektronik. Dimana, surat kabar itu adalah proses penyampaian informasi dengan menggunakan media internet.
Dengan munculnya surat kabar elektronik maka surat kabar konvensional pun menemukan saingannya, informasi dari penggunaan jurnalisme online akan didapatkan dengan mudah dengan mengaksesnya dan pesan multimedia menjadi unsur pengikatnya yang mampu lebih menjelaskan tentang informasi yang diinginkannya. Berbeda dengan surat kabar biasa yang tidak ada unsur multimedianya masyarakat akan lebih tertarik pada surat kabar elektronik karena memiliki tampilan – tampilan yang lebih menarik.karena dapat dilihat dalam bentuk elektronik. Tetapi, dalam pandangan dan kenyataan yang terjadi adalah surat kabar tradisional tidak akan pernah mati walaupun perkembangan zaman akan semakin baik dan memberikan kemajuan yang begitu hebat dan mempengaruhi segala macam pola pemikiran dalam mendapatkan informasi yang ada. Contohnya saja, walau dengan adanya surat kabar elektronik tetapi buktinya saja surat kabar-surat kabar tradisional semakin bermunculan misalnya saja surat kabar SINDO atau yang lainnya.
Surat kabar tradisional memiliki penggemar-penggemarnya tersendiri misalnya saja bagaimana dengan orang-orang yang tidak dapat menggunakan komputer atau tidak memiliki kemampuan dalam mengakses internet maka mereka akan lebih menyukai untuk membaca surat kabar tradisional sambil tiduran, menyantap makanan atau sekedar sambil minum kopi ataupun the dan yang paling penting bisa dibaca dimana saja. Tetapi jika surat kabar elektronik kita hanya mampu membaca di depan komputer itu sendiri, bener ga? Yah, walaupun zaman sekarang telah banyak orang yang memiliki laptop tapi itu hanya sebagian kan terus bagaimana dengan yang lain? Tentu saja mereka akan menjadi peminat surat kabar tradisisonal.

D.    Kemajuan Teknologi Komunikasi Dibidang Persuratkabaran

Surat kabar memiliki empat posisi, yaitu sebagai lembaga sosial, lembaga ekonomi, produk informasi, dan media informasi. Sebagai media informasi, surat kabar perlu mengikuti perkembangan teknologi komunikasi. Surat kabar dapat meningkatkan pelayanan kepada pembaca. Bukan hanya itu, dengan memakai teknologi komunikasi yang mutakhir, juga dapat mengurangi biaya produksi surat kabar. Surat-surat kabar sekarang berlomba-lomba menggunakan teknologi komunikasi mulai dari cetak jarak jauh, online communication, situs world wide web (WWW, yang sering disebut the web) hingga e-mail.

Online communication membantu wartawan memperoleh bahan baku berita yang akan ditulis menjadi berita. Dengan mengakses online communication wartawan bisa melakukan observasi tentang berbagai masalah yang akan dilaporkan. E-mail dapat juga digunakan reporter di lapangan untuk mengirimkan informasi yang diperoleh pada redaktur. Internet dapat digunakan sebuah surat kabar untuk berkomunikasi dengan khalayaknya, bahkan juga digunakan  untuk mengirimkan berita kepada pembacanya. Inilah yang disebut dengan jurnalisme online. Citizen Jurnalisme ( warga jurnalisme ) artinya secara tidak langsung warga atau masyarakat ikut serta atau berperan menjadi wartawan guna memberikan informasi.

E. Akibat Kemajuan Teknologi Komunikasi Dibidang Persuratkabaran

Menimbulkan dua akibat yaitu jumlah wartawan berkurang dan hadirnya jurnalisme online. Jurnalisme online hadir akibat perkembangan teknologi komunikasi dan memudahkan khalayak memperoleh informasi. Namun ada juga dampak negatif dari kehadiran jurnalisme online. Sebab, reliabilitas informasi yang dihasilkan jurnalisme online sering terabaikan sehingga timbul keraguan dalam khalayak untuk mengakses jurnalisme online.
Kelebihan dari jurnalisme online tersebut yaitu dari orientasi teknologi komunikasi, yang selalu mengacu pada terbentuknya satu tatanan komunikasi baru, dimana salah satu ciri utamanya adalah lalulintas informasi diatur oleh individu dengan sendirinya menempatkan jurnalisme online sebagai program untuk memberdayakan individu dalam memperoleh informasi. Setiap individu mempunyai kesempatan mengakses segala informasi yang dia kehendaki. Setiap individu bahkan memiliki peluang untuk memperoleh informasi dari sumber yang sangat luas. Kelebihan kedua jurnalisme online adalah dapat menyiarkan informasi dalam jumlah yang sangat banyak dalam waktu yang sangat pendek. Kelebihan ketiga adalah bisa menggabungkan tulisan, gambar dan suara dalam satu kesatuan yang utuh.
Namun ada juga kekurangan dari jurnalisme online. Proses menciptakan tatanan komunikasi baru lewat jurnalisme online memaksa masyarakat untuk  adaptasi agar mereka tidak merasa digilas oleh jurnalisme online itu sendiri. Hambatan untuk menyikapi informasi yang disiarkan secara jurnalisme online. Ciri informasi jurnalisme online antara lain tidak membutuhkan penyuting seperti yang dimiliki surat kabar konvensional, tidak membutuhkan orang yang mampu membantu masyarakat dalam menentukan informasi mana yang masuk akal atau tidak. Masyarakat yang senantisa kritis dan skeptis dalam menyikapi informasi disebut masyarakat supra rasional.
Masyarakat supra rasional bisa bermedia massa secara proposional. Masyarakat seperti ini bisa membaca pesan-pesan yang disiratkan oleh informasi tentang kebudayaan teknologis industrial dan profesional. Masyarakat ini dapat memahami makna dan konteks berita yang disiarkan media massa. Masyarakat tipe ini tidak bisa dipengaruhi oleh retorika kosong dan propaganda murahan lewat media massa, bahkan dapat mengetahui apa yang harus dilakukan kalau media masa ternyata melanggar hak-hak asasi mereka. Jurnalisme online merupakan mainan masyarakat supra rasional. Masyarakat yang tidak tergolong supra rasional tidak akan betah mengakses jurnalisme online.
Surat kabar tradisional memiliki penggemar – penggemarnya tersendiri misalnya saja bagaimana dengan orang – orang yang tidak dapat menggunakan komputer atau tidak memiliki kemampuan dalam mengakses internet. Walaupun zaman sekarang telah banyak orang yang memiliki laptop tapi itu hanya sebagian, tentu saja mereka akan menjadi peminat surat kabar tradisional

BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
Surat kabar di Indonesia diawali dengan munculnya surat kabar berbahasa Belanda pada tahun 1744 atas izin Gubernur Jenderal Van Imhoff yang biberi nama Brotomarni, kemudian muncul surat kabar berbahasa Indonesia pada tahun 1907 yang  bernama Medan Priyayi yang dimiliki oleh Tirtohadisuryo selanjutnya di tahun 1910 surat kabar tersebut dicetak setiap hari. Di era kemajuan teknologi komunikasi seperti sekarang ini, jurnalisme online sudah berkembang dikalangan masyarakat, yang mau tidak mau turut menyaingi keberadaan jurnalisme konvensional, meskipun begitu jurnalisme konvensial dipastikan akan tetap terjaga keeksisannya karena faktor-faktor tertentu.

DAFTAR PUSTAKA

Perkembangan Teknologi Komunikasi; Triutami’s Weblog

Pengaruh kemajuan teknologi komunikasi;Marinavitania.blogspot.com

Sejarah dan Perkembangan Surat Kabar,en.wikipedia.org, www.tabloiduntung.blogspot.com

 

PERAN PENTING SURAT KABAR SEBAGAI INFORMASI UNTUK MAHASISWA KOMUNIKASI


Nama : M. Jen Al Idrus
NIM   : 201010040311194
Ilmu Komunikasi
PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi informasi untuk saat ini dapat dikatakan berkembang sangat pesat seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang pada dasarnya semua ilmu pengetahuan akan menghasilkan inovasi baru terhadap perkembangan teknologi komunikasi, seperti halnya perkembangan media massa sekarang yang tidak hanya sebagai media informasi namun telah dikembangkan sebagai sarana bisnis.  Dapat dilihat media massa surat kabar, surat kabar yang seharusnya sebagai sarana kontrol dan pendidikan dalam menyebarkan informasi yang relevan untuk dikonsumsi masyarakat pembaca, ini artinya surat kabar tersebut tak akan lepas dari aspek-aspek bagaimana cara tulisan jurnalistik dalam menyampaikan informasi yang tulus kepada khalayak.
Dengan demikian surat kabar mempertahankan penerbitannya yang merupakan terpenting sebagai salah satu kekosistenan dalam menyampaikan informasi yang bermutu untuk khalayak masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari semua surat kabar memiliki kekhasan sendiri – sendiri dalam menyampaikan informasi untuk khalayak pembaca, ini juga tak dapat dipisahkan dalam pengolahan surat kabar dari keberadaan bisnis. Seperti halnya pertumbuhan surat kabar di Indonesia kian tinggi secara kualitasnya dalam mendapatkan, mengolah dan menyebarkan informasi untuk khalayak masyarakat pembaca, meskipun dalam era globalisasi ini semakin lama semakin tergeser keberadaan surat kabar dengan media elektronik seperti TV dan sebagainya meskipun ada sebagian masyarakat yang masih setia untuk mendapatkan informasi dari media surat kabar, alhasil surat kabar mau tak mau managemen merubah dan meniru apa yang sudah ditayangkan di TV sebagai penjelas yang lebih akurat dan mendalam untuk menarik khalayak agar memperoleh informasi yang lebih jelas untuk membaca surat kabar.
Namun perkembangan yang begitu pesat dalam media surat kabar tidak menuntut kemungkinan hanyalah sedikit masyarakat yang setia untuk mengkonsumsi surat kabar sebagai informasi yang bermutu, apalagi dikalangan mahasiswa komunikasi yang seharusnya surat kabar sebagai kebutuhan konsumsi setiap hari dalam mencari informasi, karena surat kabar merupakan kumpulan berita informasi yang terjadi dikehidupan sehari – hari masyarakat sekitar dan juga mahasiswa komunikasi berperan untuk memajukan media surat kabar dan berperan untuk mengontrol kebebasan pers yang dilakukan oleh jurnalsm untuk mengenai tulisan artikel yang sudah dimuat dalam surat kabar. Dapat dikatakan pentingnya surat kabar untuk mahasiswa komukasi karena surat kabar merupakan sebagai informasi layanan pendidikan dan pengontrolan sosial politik, dengan demikian pentingnya mahasiswa komunikasi untuk mengetahu apa saja yang terjadi dalam aspek politik, kebudayaan, agama dan pendidikan sebagai landasan pengetahuan yang mana mahasiswa komunikasi tidak jauh dalam pembelajaran membahas tentang aspek – aspek tersebut yang sudang didalaminya.
Alasan kenapa penting untuk menganalisis pembaca surat kabar dikalangan mahasiswa komunikasi, karena untuk mengetahui berapa banyak mahasiswa komunikasi mencari kebutuhan informasi pengetahuan melalui media cetak, dimana peran surat kabar sangatlah penting untuk menunjang informasi yang selalu terkait dengan bidang yang didalami oleh mahasiswa komunikasi, apakah surat kabar selalu menjadi kebutuhan sebagai informasi pengetahuan dan pengontrol kebebasan pers atau sebaliknya surat kabar hanya menjadi kebutuhan mahasiswa komunikasi saat ada tugas dari dosen yang mengajar materi jurnalistik.
TUJUAN DAN RUMUSAN MASALAH
TUJUAN
Makala ini dibuat untuk mengetahui seberapa besar peran surat kabar sebagai media massa untuk kepentingan informasi terhadap para mahasiswa ilmu komunikasi yang memiliki hubungan dengan berkembangnya persurat kabaran.
RUMUSAN MASALAH
Ø  Perkembangan surat kabar di indonesia
Ø  Peran penting surat kabar untuk informasi kepada mahasiswa komunikasi

PEMBAHASAN
PERKEMBANGAN SURAT KABAR DI INDONESIA
Sebelum membahas perkembangan surat kabar di indonesia, menurut saya lebih dahulu kita mengetahui lahirnya surat kabar dimana pertama kali surat kabar dibuat oleh Benjamin Harris pada tahun 1690 dimana dibuat di Amerika Serikat, dimana pada saat itu surat kabar tersebut diberi nama “Public Occurances Both Foreign and Domestick”. Akan tetapi tidak lama kemudian penerbitan surat kabar tersebut diberhentikan karena tidak adanya surat izin terbit, setelah adanya surat kabar di Amerika Serikat mulailah muncul surat - surat kabar diberbagai negara lainya dimana surat kabar sejarah munculnya surat kabar di Indonesia ketika itu surat kabar muncul dalam bahasa Belanda pada zaman Belanda tahun 1744 dimana pada masa Gurbernur Jendral Van Imhoff dengan nama Bataviasche Nouvelles, dimana surat kabar tersebut hanya bertahan dua tahun dalam perkembangan surat kabar di indonesia, alhasi terus menerus kemajuan surat kabar di indonesia pada saat itu berkembang sangat pesat pada tahun 1828 diterbitkan Javasche Courant di Jakarta dalam membuat resmi berita – berita pemerintah, berawal dari sinilah diman setiap kota seperti Surabaya menerbitkan surat kabar yang bernama Soerabajasch Advertantiebland, dimana semarang menerbitkan surat kabar bernama Semarangche Advertantiebland dan De Semarangsche Courant, Bogor, semarang, sulawesi, padang yang juga menerbitkan surat kabar di masa itu.
Ketika jaman kemerdekaan Indonesia surat kabar juga berperan untuk perlawanan sabotase komunis dimana Edi Soeradi melakukan propaganda agar rakyat berdatangan pada rapat raksasa ikada pada tanggal 19 September 1945 untuk mendengar pidato Bung Karno. Namun dapat dikatakan perkembangan surat kabar ketika kemerdekaan indonesia banyak surat kabar yang dibrendel. Dimana pada saat itu surat kabar yang terbit adalah Soeara Indonesia, Soeara Merdeka(bandung), Kedaulatan Rakyat(Bukit tinggi), Oetoesan Soematra(Padang). Ketika dijaman Order Lama surat kabar indonesia memiliki masalah karena dituntut untuk memiliki perizinan dalam penerbitan dan bukan hanya itu penerbitan pun diperketat karena semua keputusan penerbitan itu diatur oleh pemerintah ini pada saat itu dinamakan Pers Otoriter dimana dapat diartikan pemerintah pada saat itu memiliki kekuasaan tinggi untuk memutuskan apakah sudah layak untuk surat kabar diterbitkan.
Namun pada saat order baru surat kabar memiliki kembali hakekat dari fungsi dan peran surat kabar yaitu sebagaikontrol sosial dan informasi pendidikan, dimana pada saat order baru surat kabar berkembang pesat sampai surat kabar kampus yang mulai aktif kembali untuk memberikan informasi. Lambat laun mulailah surat kabar di Indonesia berkembang sangat dahsyat sebanding lurus dengan kemajuan negara dalam aspek apapun, dimana pers memiliki visi dasar sebagai landasan yaitu Pancasila dalam memberikan informasi yang memiliki nilai dan norma – norma, perkembangan pers untuk saat ini mengarah kebidang bisnis dimana iklan dan opla selalu menjadi hal terpenting dalam kemajuan surat kabar tersebut seakan surat kabar.  Menyikapi apa yang terjadi dan penjelasan diatas, mau tak mau kita harus memikirkan dan merenungkan makna perkembangan teknologi komunikasi dalam aspek-aspek pendidikan, budaya serta agama untuk kehidupan manusia diera globalisasi, memahami apa yang dikatakan Wahyu Wibowo dalam bukunya Berani Menulis artiket mengatakan “ Hal ini akan makin terasa mana kala kita menyadari bahwa era revormasi dan kebebasan dapat dimaknai oleh media massa sebagai” pembeberan informasi secara telanjang” artinya berkat perkembangan teknologi komunikasi, oleh media massa ruang – runag pribadi kita serta merta dijadikan dan sekaligus dilebur kedalam ruang – ruang publik”(Wibowo, Wahyu.2006, p.x) . Memahami apa yang dikatakan Pak Wahyu Wibowo, kita dapat menjelaskan bawasanya perkembangan teknologi komunikasi dalam implikasinya media massa membuat kepribadian kita menjadi kepentingan publik yang tak seharusnya menjadi konsumsi informasi publik, namun demi kepentingan pemberitaan yang menarik dan membuat pembaca atau penyimak tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang pribadi kita inilah yang dikatakan kperkembangan surat kabar untuk era demokrasi dan era informasi saat ini.

PERAN PENTING SURAT KABAR
SEBAGAI INFORMASI BAGI MAHASISWA KOMUNIKASI
Media massa adalah media yang digunakan sebagai sarana berkomunikasi dan kebutuhan informasi yang melibatkan penerimaan pesan tersebut dimana tanpa diketahui kebenaranya. “ media massa adalah alat yang digunakan dalam penciptaan pesan dari sumber kepada khalayak (penerima) dengan menggunakan alat komunikasi mekanis seperti surat kabar( Canggara, 2003, p.53). Dapat kita lihat bagaimana fungsi dan peran surat kabar sebagai media komunikasi untuk khalayak pembaca dimana dapat dikatakan sebagai jendela pengetahuan untuk meluaskan pandangan kita dan memungkinkan kita dapat informasi yang terjadi disekitar kita, juru baca dan menjelaskan makna terhadap peristiwa atau hal yang terpisah dan kurang jelas, pembawa atau pengantar informasi serta sebagai pengontrol sosial.
Dari berbagai media massa yang ada, surat kabar banyak dipilih oleh masyarakat sebagai media komunikasi dan media informasi karena memiliki kelebihan dimana dalam suatu berita memiliki penjelasan yang mendalam tentang suatu berita tersebut, surak kabar yang memiliki karakter tersendiri dibanding dari media yang lain yaitu penyebaran informasi sebanyak-banyaknya yang dapat diterima khalayak pembaca, keteraturan penerbit yang setiap hari dapat dinikmati khalayak pembaca, isi yang memiliki beraneka ragam dengan didasari oleh aspek kehidupan manusia, informasi yang memiliki dasar fakta dan opini yang relevansi, informasi yang dapat dilihat lagi tanpa membeli atau mengakses kembali. Dari penjelasan diatas banyak fungsi dan kelebihan surat kabar sebagai komunikasi informasi untuk khalayak, alhasi surat kabar yang begitu penting sebagai konsumsi informasi mahasiswa sebagai pengetahuan ilmu umum serta ilmu kehidupan yang terjadi disekitarnya. Alhasil dimana mahasiswa yang selalu ingin membaca surat kabar karena mahasiswa perlu ingin mengetahui perkembangan lingkungan dan masyarakat tempatnya hidup, dapat dikatakan mahasiswa membaca surat kabar bukan hanya untuk mengetahui kejadian , tetapi perkembangan yang terjadi, dengan mengetahui perkembangan, mahasiswa tidak hanya mendapatkan dan mempunyai pengetahuan tentang situasi, dimana perlu ia juga dapat menyesuaikan dengan situasi atau malahan mencoba menguasai dan memahami situasi tersebut untuk kepentingannya.  
Dapat dikatakan peran penting surat kabar sebagai informasi pembaca selalu mengedepankan informasi yang mendidik dan relevan untuk pembacanya, dimana kebutuhan informasi setiap individu berbeda – beda, disinilah mahasiswa komunikasi yang seharusnya menyadari betapa penting peran surat kabar untuk mendapatkan perkembangan kejadian kehidupan sehari – hari dalam semua masyarakat. Surat kabar yang berusaha untuk memberikan informasi yang bermutu dan relevan tidaklah untuk memberikan komunikasi kepada masyarakat dengan tulus,  ini karena surat kabar memiliki tujuan agar masyarakat khusunya mahasiswa untuk mengkritisi perkembangan dalam aspek – aspek apapun karena surat kabar memberikan beranekaragam berita dalam setiap harinya. Dengan demikian surat kabar selalu senantiasa dengan cermat mengikuti perkembangan masyarakat khususnya mahasiswa dan lingkunganya. Dari berjuta kejadian dan permasalahan diharapkan surat kabar tetap harus dapat selektif yang tepat, sehingga kebutuhan mahasiswa dan masyarakat khalayak pembacanya akan informasi terpenuhi.
Kebutuhan informasi inilah yang dipahami bagi pengelola surat kabar sebagai peralihan era industri menjadi era informasi yang mana pembaca khususnya mahasiswa komunikasi selalu mengontrol dan memberikan kritisi dalam perkembangan kebebasan pers yang sudah ditulis menjadikan informasi apakah relevan dan sesuai dengan apa yang terjadi, seakan ketulusan jurnalism menjadi taruhan kemajuan dan kualitas persurat kabaran. Alhasil kemajuan perkembangan media massa surat kabar dapat dikatakan sebangding lurus dengan kemajuan masyarakatnya ini akan menjadi penting bilaman kemajuan surat kabar dalam peran untuk memberikan layanan kepada masyarakat sebagai pengontor dan pendidikan di dalam menyampaikan informasi, namun peran mahasiswa pun harus ikut untuk mengontrol bilamana kebebasan pers melenceng dari visi pancasila dan peran serta fungsi surat kabar itu sendiri agar surat kabar di indonesia kembali pada qitohnya.
KESIMPULAN
Dimana perkembangan surat kabar memiliki peran penting bagi mahasiswa komunikasi karena surat kabar yang berfungsi sebagai informasi jendela pengetahuan dan sebagai pengontrol sosial, dimana seharusnya mahasiswa bisa mendapatkan dan sekaligus mengontrol kebebasan pers yang sudah berjalan lama. Dengan kata lain mahasiswa harus mengembalikan fungsi dan peran surat kabar bila mana surat kabar tersebut sudah kelewatan batas.
Alhasil surat kabar harus mengedepankan informasi yang bermutu untuk memberikan informasi yang relevan bagi para pembaca, dengan kata lain surat kabar juga memikirkan bagaimana pembaca tidak beralih ke media informasi lainnya. Karenan media massa merupakan sebagai berkomunikasi dan kebutuhan informasi. Sebagai mahasiswa komunikasi haruslah mengetahui apa yang terjadi sekarang, oleh karena itu mahasiswa butuh informasi dari media massa yang bermutu dan relevan yaitu dapat dikatakan media cetak atau surat kabar.

SUMBER
Ø  Oetama, Jakob. 2001. “Pers Indonesia Berkomunikasi dalam Masyarakat Tidak Tulus”. Jakarta: Buku Kompas.
Ø  Bungis, M. Burhan. 2008. “konstruksi sosial media massa”. Jakarta: Kencana.
Ø  Wibowo, Wahyu. 2006. “Berani Menulis Artikel”. Jakarta: Gramedia pustaka  utama.

Minggu, 20 November 2011

Analisis Sejarah dan Kemajuan Jurnalistik Televisi dalam Masyarakat


Nama : Nanang Efendi
NIM : 201010040311212
Kata pengantar 
 
Pertelevisian telah menjadi media yang dibutukan dalam masyarakat sekarang ini, media televisi merupakan tayangan antara audio-visual sebagai penyampai informasi. Dalam televisi tayangan berfungsi hiburan, mendidik, informasi, dan juga bisa mempengarui dalam diri seseorang. Televise menyiarkan dalam berbagai acara secara langsung dalam waktu bersamaan, pemirsa hanya bisa melihat/menerima tayangkan dalam telvisi misalnya iklan, music , berita, hiburan atau acara-acara yang lainnya .
Televisi merupakan gudang informasi audiovisual yang dibatasi dengan waktu. Tidak bisa diulang sesuai keinginan, ketinggalan dalam satu menit saja, pesan yang disampaikan sudah hilang atau berbedah dengan tayangan sebelumnya. Kemasan dalam tayangan suatu acara disajikan semenarik mungkin sehingga audio-visual bisa terasa hidup, televise menjakau dalam ruang lingkup yang sangat luas.
Acara dalam televisi memiliki banyak tayangan yang beranekaragam. chanel-chanel televisi bersaing secara ketat karena televisi adalah gudang bisnis dalam sebuah perusahaan untuk mempublikasikan sebuah produknya. Terkadang tayangan televisi juga membosankan atau kurang menarik dalam padangan pemirsa, sehingga chanel televisi bersaing dan bagaimana caranya mengemas dalam sebuah acara agar acaranya bisa diminati oleh penggemarnya. Nah!! Itu persaingan media dalam televisi , televisi tidak hanya memberikan dampak positif saja dalam penonton/pemirsa, jika pesan-pesan yang disampaikan oleh media masa televisi tidak sesuai dengan aturan-aturan penyiaran yang telah ditetapkan dan dikemas dengan baik, apa yang telah di tayangkan dalam media massa televise dalam TA (tarjet audien ) harus sesuai dengan usia. Kalau tidak dikaitkan dengan usia maka hal tersebut akan memberikan implikasi yang negatif terhadap kehidupan masyarakat. Makalah ini dibuat untuk memberi berbagai wawasan Sejarah dan Kemajuan Jurnalistik Televisi dalam Masyarakat, khususnya mahasiswa jurusan ilmu komunikasi atau pembaca yang memang ingin terjun dalam dunia televisi. Mudah mudahan makalah ini memberi manfaat.

Analisis Sejarah dan Kemajuan Jurnalistik Televisi dalam Masyarakat

Pendahuluan
Dalam perkembangan media teknologi komunikasi , televisi merupakan media gabungan antara audio-visual dan cinematography (pandang dengar dan gambar bergerak ) yang lagi tenar sekarang ini. Dalam sejarahnya juga ditemukan media komunikasi yaitu fotografi, telegraf, rekaman suara, serta telepon. Televisi sendiri adalah media komunikasi yang ditemukan setelah media cetak dan radio. Perkembangan suatu tecnologi komunikasi (televisi) dalam sebuah media massa bisa diibaratkan seperti dua garis yang bergabung menjadi satu kesatuan yang saling melengkapi, dan berjalan sesuai kemajuan jaman. Setelah ada kehidupan manusia, pada jaman dahulu cara mengemas informasi melalui gerak tubuh, seiring perkembangan jaman maka dibentuklah bahasa sederhana (melalui mulut ke mulut) dalam sebuah kelompok/komunitas yang kemudian diaplikasikan sebuah tulisan, tidak lama kemudian teknologi juga tenar dan tecnologi mendukung media massa sesuai dengan perkembangannya. Peran media massa televisi sebagai media massa memiliki fungsi komunikasi massa yaitu fungsi mendidik (to educate ), fungsi memberikan informasi (to inform ), menghibur ( to entertain ) termasuk fungsi mempengarui (to persuade ).
Dalam media televisi sekarang, dunia informasi sudah jadi kebutuhan dan terus menggeliat dalam masyarakat contohnya adalah berita, mengapa berita ? karena mempunyai banyak informasi yang sangat penting dan masyarakat harus tahu. Sampai sekarang ini televise telah mengalami kemajuan yang sangat pesat seiring dengan berkembangnya dunia pertelevisian yaitu sebagai media penyampai pesan. Televisi memiliki dampak identifikasi optik yang tajam bagi pemirsa. Dengan hal ini pemirsa seakan-akan berada ditempat peristiwa yang di informasikan lewat televisi, pemirsa seolah-olah menyaksikan dengan mata kepala sendiri dan hadir di tempat kejadian yang sebenarnya (realita), padahal yang di informasikan dalam sebuah acara yang disiarkan yaitu melalui jarak yang sangat jauh.
Pengaruh pemirsa dalam menyaksikan sebuah berita/acara yang lainnya berdampak pada identifikasi psikologi, setelah melihat sebuah tayangan dalam televisi , pemirsa merasakan secara outomatis kejadian yang ditayangkan dalam televisi, pemirsa terharu, sedih atau gembira karena apa yang telah ditayangkan dalam media televisi ini tidak mudah terlupakan dan terkadang bisa terbawa mimpi, atau terus keingat-ingatan dalam dirinya(Muis,2000).
Deddy iskandar mudah (2003) menegaskan, bahwa “khusus untuk medium televise, informasi yang diperoleh melelui siaran televisi dapat mengendap dalam daya ingatan manusia lebih lama jika dibandingkan dengan perolehan informasi yang sama tetapi melalui pembaca”.
Hal ini disebabkan karena gambar atau visualisasi bergerak mempunyai berfungsi sebagai tambahan dan dukungan informasi yang dituangkan dalam penulisan narasi. Penyiar sebagai pembaca atau yang membawahkan berita memiliki kemampuan untuk memperkuat daya ingat manusia melalui alunan nada dan tekanan suara. Alasan tersebut juga diperkuat karena informasi yang disampaikan melalui medium televisi, diterima dengan dua indera sekaligus secara simultan pada saat yang bersamaan. Kedua indera tersebut adalah indera pendengar (audio) dan indera penglihatan (visual).
Jadi pada waktu bersamaan, penonton atau pemirsa televisi dirangsang kedua inderanya secara automatis ketika mereka menonton siaran televisi. Oleh karena itu daya ingatan yang mengendap didalam ingatannya akan bertahan lebih lama dibandingkan dengan membaca atau mendengar.
Televisi tidak boleh menayangkan berita-berita yang bersifat kekerasan disertai dengan gambar-gambar yang mengerikan. Hal ini dimaksud agar pemirsa tidak memiliki rasa takut atau trauma yang amat besar. Berita mengenai kriminal termasuk dalam kategori berita berat (hard news). Hard news sendiri memiliki arti berita tentang peristiwa yang dianggap penting bagi masyarakat baik sebagai individu, kelompok maupun organisasi.
Dalam perkembangan televisi sekarang telah lahir stasiun-stasiun televisi baru baik lokal maupun nasional, maka semakin berlomba-lomba untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan informasi, berita-berita tentang tindak kriminal telah menjadi tren sekarang ini. Berita-berita pembunuhan, penganiayaan anggota keluarga dengan cara menyiram dengan air panas, memotong-motong anggota tubuh, membuang tubuh korban, pemerkosaan dan pelecean seksual, hal ini menjadi santapan televisi untuk menjadikan bahan informasi, mengupas sekilas tentang media televisi mengenai Jurnalistik. Bahwa televisi akan informasi telah menjadi kebutuhan primer dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Pembahasan
Media televisi termasuk dalam media massa, dan bersama-sama radio dan film merupakan media massa elektronik. Media elektronik adalah media massa disetiap menyampaikan pesan-pesannya sangat tergantung adanya listrik. Tanpa listrik media massa itu tidak dapat berfungsi. Media massa televisi meskipun sama dengan radio dan film sebagai media elektronik, tetapi mempunyai ciri dan sifat yang berbeda, terlebih lagi dengan media massa cetak seperti suratkabar dan majalah, untuk itulah dalam menyampaikan pesan-pesannya juga mempunyai kekhususan. Media cetak dapat kapan saja dinikmati/dibaca tetapi untuk televise/radio hanya dapat dilihat sekilas dan tidak dapat diulang. Rektor sekolah tinggi Publisistik/stp dijakarta- Drs.A.M Hoetasoehoet, membedakan media cetak dengan media televise/radio sebagai berikut:
Televise dan radio menguasai ruang, tetapi tidak mengasai waktu, sementara media cetak (suratkabar/majalah) menguasai waktu tetapi tidak menguasai ruang, dalam hal ini kalau radio dan televise pada saat ada siaran, siarannya dapat diterima dimana saja dalam jangkauan pancaran(menguasai ruang), suatu informasi yang disampaikan mudah diingat, tetapi siaran tersebut tidak dapat dilihat kembali(tidak menguasai waktu).
Sedangkan media cetak untuk sampai kepada pembacanya memerlukan waktu (tidak menguasai ruang), tetapi dapat dibaca kapan saja dan dapat diulang-ulang (menguasai waktu) karena perbedaan sifat inilah yang menyebabkan jurnalistik televisi, jurnalistik radio dan juga jurnalistik pers, meskipun semuanya tunduk pada ilmu induknya yaitu ilmu jurnalistik.(J B. Wahyudi, BA:1984)
Televisi adalah media massa yang luas dan mempunyai multifungsi yaitu mendidik (to educate), misalnya orang tua biasanya memilihkan chanel untuk anaknya sesuai dengan umurnya dan membangun dalam tingkat pendidikannya , menghibur ( to entertain ), hal inilah yang membuat televisi menjadi pengaruh atau kecandu dalam kehidupannya, kerena dalam tayangan televisi mempunnyai banyak hiburan yang menarik apalagi sekarang ini banyak chanel televisi yang mempunyai tayangan khusus hiburan, music dan lainnya. Televisi mempunyai daya mempengarui sangat tinggi dalam perilaku kehidupan dalam bermasyarakat, misalnya cara berbicara, berpakaian, karena apa yang telah ditonton secara outomatis mempengaruhi kalau kita sudah terkenak candunya. Dalam pengaruhnya kehidupan manusia misal politik, ekonomi, social, budaya, bahkan pertahanan dan keamanan Negara.

Dalam Negara Indonesia chanel televisi swasta banyak menayangkan seperti (Adi Badjuri:2010:13) :
  • Infortainment, tentu saja tayangan berbau gossip dan membahas mengenai problematika para artis dan gaya hidupnya yang cenderung mewah dan ala socialite adalah suatu hal yang menarik. Rakyat biasa bisa memiliki ‘mimpi’ untuk mengintip dan setidaknya ‘menikmati’ gaya hidup para artis tersebut.
  • Games, tentu saja acara ini cenderung ditayangkan pada malam hari. Dengan berbagai konsep dan format. Dari sekedar adu fisik, hingga tebak kata dan bahkan registrasi sms yang tentunya memakan waktu dan biaya.
  • Sinetron, acara televisi saat ini tentunya didominasi oleh tayangan sinetron yang ditayangkan hampir seluruh stasiun televisi swasta. Selain dibumbui dengan banyaknya kehidupan mewa yang wah, juga berbagai adegan kekerasan dan berurai air mata. Namun masih juga ’merajai’ rating televisi hingga sinetron masih menjadi acara favorit tontonan pemirsa.
  • Reality show, saat ini reality show juga telah menjadi primodana tayangan televisi. Dimulai dari playboy kabel, mintak tolong, termehek-mehek dan lain sebagainya. Mengungkapkan banyak realita yang terjadi di masyarakat dan menggugah kepedulian dan kesadaran social para penontonnya.
  • Acara dan tayangan yang berbau mistis, goyang dangdut dan lainya.
Bisa dikatakan bahwa sesungguhnya media massa memiliki peranan penting dan berhubungan erat dengan kehidupan social budaya masyarakat. Bahwa apa yang ada di masyarakat, maka itulah yang tercermin dimedia. Bila memang dijadikan gambaran dari suatu keadaan, maka bisa diambil hikmah positifnya. Namun bagaimana bila itu justru menjadi negative dan ditiru oleh masyarakat seperti tayangan smackdown yang banyak ditiru anak-anak beberapa tahun lalu.
Televisi menciptakan suasana tertentu yaitu penonton televisi dapat menikmati acara televisi sambil duduk santai menyaksikan berbagai informasi. Penyampaian isi pesan seolah-olah langsung antara komunikator dan komunikan. Informasi yang disampaikan oleh televisi, dengan mudah dimengerti karena jelas terdengar secara audio dan terlihat secara visual pesan-pesan yang disampaikan langsung mempengarui otak, emosi perasaan dan sikap pemirsa. (Adi Badjuri:2010)
Televisi merupakan salah satu media massa elektronik yang sangat berpengaruh pada kehidupan masyarakat yang memasukkan informasi investigasi dalam salah satu program beritanya. Informasi investigasi tersebut diberi nama liputan investigasi yang diselipkan pada setiap program berita.
  • Sejarah Jurnalistik
Berasal dari kata DIURNALIS -JOURNAL berarti tiap hari, orang yang melakukan pekerjaan tiap hari. Di Roma 2000 tahun, ACTA DIURNA (Suatu tindakan-tindakan atau peristiwa harian) senat yang ditempel sebagai pengumuman. Jadi jurnalistik adalah suatu kejadian dalam sehari-hari yang membawa informasi yang sangat penting dan semua orang harus tahu (straightnews)
Dalam sejarah, pada hakehatnya jurnalistik televisi lahir karena perkembangan teknologi. Bermula dengan diketemukannya Electrische Teleskop sebagai perwujudan gagasan seorang mahasiswa dari Berlin, paul nipkov, untuk mengirim gambar melalui udara dari satu tempat ketempat lain. Hal ini terjadi antara tahun 1883-1884. Paul Nipkov diakui oleh seluruh dunia sebagai bapak televisi.
Setelah 100 tahun, perkembangan pertelevisian dunia menjadi sangat pesat. Dan bahkan telah menggeser radio, sesama media elektronika yang sebelumnya telah merebut hati dunia. Trilogi televisi yang terdiri dari studio pemancar pesawat televisi, dan mekanisme kerjanya sehingga penonton televisi dapat mengikuti siaran televisi, sangat menarik untuk dipelajari. (J B. Wahyudi, BA:1984)
Perkembangan Pers di Indonesia
Awal Kemerdekaan (1942-1945) -Pers perintis
Setelah Indonesia Merdeka/ ORLA (1945-1959)- Pers Perjuangan
Masa Orde Baru (1959-1998) - Pers Pembangunan
Era Reformasi (1998 - skg) -Pers Industri
Dampak perkembangan pers di Indonesia
Tahun 1615 Jan Pieterszoon Coen “Memorie der Nouvelles” ditulis tangan
Tahun 1717 Belanda mendatangkan mesin cetak (surat edaran kematian)
Tahun 1744 “Bataviasche Nouvelles”, yang dibawa dari Belanda
Tahun 1776 terbit di Jakarta “Vendu Niews” berita pelelangan
Daendels 1810 “Bataviasche Koloniale Courant” berita perdagangan dan iklan(mingguan)
Begitu Inggris datang ke Indonesia 1812 terbit Java Government Gazette (berita, humor/ lelucon)
Tahun 1814 Inggris mengembalikan Jawa & Sumatera ke Belanda, sehingga muncul De Bataviasche Courant tahun 1828 digantikan oleh Javasche Courant.
  • Sejarah televisi
Sejak munculnya Acta Diurna (pengumuman pemerintah) dan Acta senata(pengumuman senat ) di kerajaan romawi kuno saat pemerintah Julius Caesar, tahun 59 sebelum masehi, para ahli menilai bahwa hal tersebut merupakan cikal bakal adanya penyebaran informasi melalui tulisan. Perkembangan selanjutnya yaitu dengan diketemukannya cara cetak mencetak dengan huruf lepas pada tahun 1423 dan mesin pembuat kertas serta mesin uap pada abad ke-18. Maka semakin pesatnya perkembangan tecnologi percetakan/persuratkabaran, bahkan kini sudah semakin canggih. Selain dapat memproduksi ratusan ribu eksemplaar hanya dalam beberapa menit, juga telah memanfaatkan jasa tecnologi tinggi melalui signal satelit. (Deddy iskandar Muda:2005:3)
Televisi, merupakan perkembangan medium berikutnya setelah radio yang diketemukan dengan karakternya yang spesifik yaitu audio visual. Peletak dasar utama tecnologi pertelevisian tersebut adalah paul Nipkow dari jerman dilakukan pada tahun 1884. Ia menentukan sebuah alat yang kemudian disebut sebagai jantra nipkow atau nipkow sheibe. Penemuannya tersebut melahirkan electrische teleskop atau televise elektris. Melalui bantuan satelit yang mampu memultipancarkan siaranya ke berbagai penjuru dunia tanpa ada hambatan geografis yang berarti. Di negara-negara eropa, amerika dan Negara maju lainya, puuluhan saluran televisi tersedia dan dapat dipilih sekehendak hati. Mereka bersaing untuk menyajikan acara-acaranya yang terbaik agar dapat ditonton oleh masyarakat. semuanya tentu dilandasi dengan perhitungan bisnis. (Deddy iskandar Muda:2005:3)
Menurut skornis dalam bukunya “television and society. An incuest and agenda”.(1965), dibandingkan media massa yang lainnya (radio,surat kabar, majalah, buku dan sebagainya), teleisi mempunyai sifat istimewa.
Dan televisi merupakan gabungan dari media dengar dan gambar. Sifatnya politisnya sangat besar karena bisa menampilkan informasi, hiburan dan pendidikan atau gabungan dari ketiganya unsur tersebut secara kasat mata.
Sekilas gambar dalam sejarah perkembangan televisi


 Pada tahun 1873 seorang operator telegram menemukan bahwa cahaya mempengaruhi resistansi elektris selenium. Ia menyadari itu bisa digunakan untuk mengubah cahaya kedalam arus listrik dengan menggunakan fotosel silenium (selenium photocell)
Kemudian piringan metal kecil berputar dengan lubang-lubang didalamnya ditemukan oleh seorang mahasiswa yang bernama Paul Nipkow di Berlin, Jerman pada tahun 1884 dan disebut sebagai cikal bakal lahirnya televisi.




Setelah kita melihat gambar dari perkembangan tecnologi televisi diatas telah membawa perubahan yang semakin lama semakin canggih, dari awalnya TV hitam putih sampai berwarna kemudian menjadi warna yang sangat jerni dalam layar LCD seperti yang lagi tenar sekarang ini.
  • Pengaruh televisi dan jurnalistik
Sesuai dengan kemajuan televisi betapa besar pengaruhnya bagi kehidupan manusia modern. Banyak aspek kehidupan manusia mulai dari jadwal tidur, menu makan, jenis minuman, memilih sabun mandi, sampo, minyak rambut, parfum, fashion, model tata rambut, tempat tamasya, topic perbincangan, humor, pilihan lagu dan lainnya, semuanya dipengaruhi oleh tayangan televisi. Oleh karena besarnya pengaruh televisi bagi kehidupan manusia modern maka kemudian muncul keinginan untuk memanfaatkan televisi sebagai media pendidikan. Kalau saja media yang sangat mempengaruh itu dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan-pesan pendidikan tentu akan memiliki pengaruh positif terhadap perkembangan peradaban manusia. Harapan Demikian itulah yang mendorong munculnya upaya-upaya diberbagai Negara untuk mewujudkan televisi sebagai media pendidikan, lalu muncullah istilah televisi pendidikan atau TV-E (educational Televisi)
Meskipun televisi sabagai media massa yang tumbuh belakangan setelah Radio dan Cetak. Hal ini merupakan konvergensi dari media radio, surat kabar, industry music, pertunjukan panggung, dan sebagainya, televisi memiliki kekuatan yang sangat besar dibandingkan jenis media massa lainnya. Meskipun sekarang ini kedatangan internet hadir dengan berbagai kelebihannya, dimana-mana persentase penggunaan jenis media massa masih dikuasai televisi.
Kelemahan media televisi adalah berita yang ditayangkan dilayar televisi umumnya hanya muncul satu kali. Jika pemirsa tidak bisa menangkap isi berita pada tayangan pertama, ia tidak punya peluang untuk mintak ulang. Kecuali mungkin untuk berita yang sangat penting, sehingga dari waktu ke waktu selalu diluang dan perkembangannya di update oleh stasiun TV bersangkutan.
Keterbatasan tersebut berlaku untuk mesia TV konvensional. Namun, saat ini sudah muncul jenis media TV yang tidak konvensional. Sekarang disejumlah Negara maju sudah mulai diperkenalkan IPTV (internet protocol television), yang bersifat interaktif. Pemirsa yang berminat bisa mengulang bagian dari tayangan TV yang ia inginkan tentunya dengan membayar biaya tertentu.
Kekuatan berita televisi terletak pada gambar. Konsekwensinya, crew televisi yaitu reporter dan cameramen harus bekerja sama saat berada dilokasi kejadian,ketika meliput suatu peristiwa. Dari sisi teknologi, proses meliput berita untuk televisi relative lebih rumit dibanding untuk media cetak atau radio. Karena itu, reporter perlu memiliki pengetahuan teknis dasar tentang perlengkapan liputan, seperti kamera, mike, tripot, dan lain-lain.
Kelebihan televisi
  • Kesan realistik : audio visual.
  • Masyarakat lebih tanggap : menonton dalam suasana santai, rekreatif.
  • Adanya pemilahan area siaran(zoning) dan jaringan kerja(networking) yang mengefektifkan penjangjauan masyarakat.
  • Terkait erat dengan media lain.
  • Cepat dari segi waktu, cepat dalam menyebarkan berita ke masyarakat luas.
  • Terjangkau luas, menjangkau masyarakat secara luas.
              Kelemahan televisi
  • Jangkauan pemirsa massal, sehingga pemilahan (sulit menentukan untuk pangsa pasar tertentu) sering sulit dilakukan.
  • Iklan relatif singkat, tidak mampu menyampaikan data lengkap dan rinci(bila diperlukan konsumen).
  • Relative mahal
  • Pembuatan iklan TV cukup lama.
Maju tidaknya suatu bangsa bisa dilihat salah satunya dari tayangan televisi misalnya, alasannya:
  • Consumerism and materialism is killing nature. Dua hal tersebut merupakan jargon yang senantiasa didendangkan televisi dalam setiap detik tayangannya. Padahal, mengonsumsi dan membeli lebih sedikit barang-barangnya (terutama yang sifatnya non-essential) tidak hanya menghemat anggaran tetapi juga meminimumkan dampak negative terhadap lingkungan.
  • Living with social pressure. Televisi mengajarkan untuk living the way society want it, not the way we want (need)it.identitas diri bukan lagi apa yang ada dalam hati dan pikiran, tetapi menjadi apa yang diditekan oleh televisi. TV menyiarkan A, besoknya ikut-ikutan A, TV mendengungkan B, lantas malu kalau tidak ikut B.
Kesimpulan
Memang benar setelah kita mengulas sedikit tentang perkembangan Televisi Jurnalistik, bisa disimpulkan bahwa sebuah informasi telah menjadi bagian kehidupan dalam masyarakat (tren), setelah seseorang melihat tayangan sebuah berita misalnya yang tren sekarang ini yaitu perampokan dan membunuh mahasiswa , lalu tidak lama kemudian orang tua yang mempunyai anak seorang mahasiswa akan menghubunginya, menyampaikan agar anaknya berhati-hati, setelah mendengar berita tersebut mahasiswa menjadi panik, sehingga membuatnya berhati-hati dalam kehidupan jauh dari orang tua.
Informasi bisa diibaratkan seperti makanan pokok yang menjadi bahan santapan dalam kehidupan sehari-hari, sebuah peristiwa atau kejadian adalah sesuatu hal yang sangat penting untuk diketahui dalam masyarakat. Televisi adalah sebuah ajang kebutuhan meskipun televisi bisa dikatakan barang mewa, tetapi hampir setiap rumah sudah memiliki televisi berarti televisi bukan barang mewa lagi, merupakan kebutuhan akan informasi, gara-gara televisi kita bisa mengetahui perkembangan teknologi didunia serta banyak informasi-informasi lainnya, jadi selama kita mengikuti maka tidak akan ketinggalan informasi yang tenar sekarang ini. 

 
Daftar pustaka
Wahyudi,. 1983, Jurnalistik Televisi, Bandung : Alumni
Iskandar, Muda Deddy. 2003. Jurnalistik Televisi. Bandung : ROSDA
Badjuri, Adi. 2010. Jurnalistik Televisi. Yogjakarta : Graha Ilmu
Harahap, Arifin S. 2007. Jurnalistik Televisi. Jakarta : PT. Indeks
Sumber Gambar   : http://misteridigital.wordpress.com/2007/09/24/sejarah-televisi/